Project Loon balon udara Google di Indonesia

October 30, 2015

Project Loon balon Google di Indonesia

Ada yang kesulitan akses Internet? Pembaca Cahyailmu.com tidak perlu khawatir. Dikutip dari BANGKApos – Project Loon akan menyambangi Indonesia untuk menyebar akses internet ke wilayah-wilayah terpencil yang sulit terjangkau. Mulai tahun 2016, uji coba implementasi balon internet tersebut mulai dijalankan. Dalam pengujian teknisnya, Project Loon bekerja sama dengan tiga operator utama Indonesia. Yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat.
Wilayah Indonesia yang menjadi ajang uji coba perdana adalah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, sebagaimana tertera pada keterangan pers dari Telkomsel dan dihimpun Nextren, Kamis (29/10/2015). Tepatnya, ada lima titik yang tersebar pada tiga wilayah tersebut.

Ke depan, Project Loon diproyeksikan dapat menyuplai akses internet ke seluruh pelosok yang sulit terakses. Menurut Project Leader Project Loon di Google X, Mike Cassidy, dibutuhkan ratusan balon Google untuk mewujudkannya.
Sebab, Indonesia memiliki wilayah daratan yang luas dengan ukuran kurang lebih 750.000 meter persegi.
“Balon-balon itu nantinya tidak akan menetap di satu tempat, melainkan terus bergerak. Kami akan mengendalikan bila ada satu yang keluar jangkauan, langsung digantikan dengan yang lain,” kata Cassidy kepada jurnalis Nextren Wicak Hidayat dari Mountain View, California.
Rencananya, uji coba Project Loon akan dilakukan dengan menggunakan jaringan 4G LTE pada frekuensi 900 MHz milik Telkomsel, Indosat, dan XL.

Butuh waktu sekitar satu tahun untuk menguji coba Project Loon. Adapun pelaksanaan komersialisasinya akan memakan waktu dua hingga tiga tahun setelah proses uji coba.
Bisa tertabrak pesawat?
Jika balon-balon Google itu jadi mengangkasa di langit Indonesia, bagaimana dampaknya terhadap lalu lintas penerbangan di Tanah Air?

Cassidy menerangkan bahwa balon Google akan mengangkasa di ketinggian 60.000 kaki (sekitar 20 km) di atas permukaan laut.
Sementara lalu-lintas penerbangan udara komersil maksimal terbang di ketinggian 35.000 hingga 40.000 kaki, atau hampir separuhnya
Google Balon google terbang di ketinggian 20 Km di Indonesia.
Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa ratusan balon Google yang nantinya akan mengelilingi bumi membentuk rangkaian cincin itu tidak akan mengganggu lalu-lintas penerbangan komersil.
Terbang di ketinggian 20 km di atas permukaan laut, balon Google Loon berada di stratosfer. Menurut Google, balon Loon dirancang agar bergerak bersama dengan angin di lapisan atmosfir itu. Balon-balon tersebut akan membentuk jaringan komunikasi yang akan memancarkan akses internet ke area di sekitarnya.Bangka Pos
Setiap balon di Project Loon memiliki jangkauan radius 40 km. Menurut Project Leader Project Loon di Google X, Mike Cassidy, dibutuhkan ratusan balon Google untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Harus berizin
Di ketinggian 60.000 kaki, wahana terbang tersebut tidak membutuhkan kontrol dari pengendali lalu-lintas udara (Air Traffic Control/ATC), karena wilayah yang dihuninya di angkasa termasuk kategori “unregulated”.

Namun demikian, menurut konsultan dan pengamat penerbangan asal Indonesia, Gerry Soejatman, balon-balon Google tersebut tetap membutuhkan izin melintas wilayah kedaulatan Indonesia.
“Jadi harus ada diplomatic dan security clearance, serta flight approval, meskipun dia (balon Google) terbang di atas batas wilayah kendali ATC Indonesia,” terang Gerry saat dihubungi Nextren, Kamis (29/10/2015).
Batas wilayah kedaulatan udara Indonesia dan yang dipakai oleh Departemen Perhubungan sendiri menurut Gerry adalah hingga batas 100 kilometer.
Di samping itu, wahana terbang nirawak, termasuk di sini adalah balon, yang terbang di wilayah Indonesia saat ini menurut Gerry juga harus memiliki izin dari Dephub.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *