Perbatuan sistem transaksi bank Indonesia

November 12, 2015

Pembaca Cahyailmu.com Dikutip dari harian Jakarta, (Analisa). Bank Indonesia memperbarui tiga sistem transaksi, yakni Bank Indonesia Real-Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) Generasi II yang akan diimplementasikan 16 November 2015.

“Kegiatan transaksi sistem pemba­yaran di masyarakat kini semakin aman, cepat serta andal melalui pem­baruan teknologi dan peningkatan per­lindungan terhadap nasabah,” kata Di­rektur Eksekutif Departemen Komu­nikasi BI Tirta Segara, di Jakarta, Rabu (11/11).

Sistem BI-RTGS merupakan sistem transfer dana elektronik antarpeserta, terutama bank. Sistem ini menga­ko­modasi transfer dana nasabah dalam no­minal besar yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transak­si.

BI-SSSS digunakan sebagai sarana transaksi dengan Bank Indonesia dan penatausahaan Surat Berharga secara elektronik. Sementara itu, BI-ETP ada­lah sarana transaksi Bank Indonesia terkait operasi moneter, transaksi Pe­me­rintah dalam pengelolaan Surat Ber­harga Negara (SBN), transaksi pa­sar uang antarbank baik oleh per­bank­an konvensional (Pasar Uang Antar Bank/PUAB) maupun syariah (Pasar Uang Antar Syariah/PUAS).

Selain peningkatan kualitas tekno­logi dan jaringan komu­nikasi, Bank In­donesia juga meningkatkan perlin­dungan nasabah dengan menerapkan kewajiban maksimal proses dana trans­fer nasabah.



“Bank diwajibkan untuk mempro­ses dana transfer nasabah paling lama satu jam setelah bank penerima mem­peroleh dana di Sistem BI-RTGS,” ujar Tirta.

Tirta menjelaskan, implementasi Sis­tem BI-RTGS, BI-SSSS, dan BI-ETP Generasi II tersebut didasarkan pada lima pertimbangan penting yaitu peningkatan efisiensi dan kemampuan mitigasi risiko sistem sesuai international best practices.

Selanjutnya kemampuan untuk terhubung (interoperabilitas) dengan infrastruktur lain di pasar/sistem ke­uangan, baik domestik maupun cross-border, mengakomodasi di­namika di pasar/sistem keuangan glo­bal maupun domestik termasuk perubahan kebi­jakan baik dari BI maupun Pemerintah.

Seterusnya mengakomodasi per­kem­bangan volume transaksi yang se­makin meningkat, dan pembaharuan teknologi sistem BI-RTGS dan BI-SSSS Generasi I yang telah berjalan lebih dari 10 tahun.

“Bagi perbankan, implementasi sis­tem Generasi II ini akan memberikan kesempatan dalam melakukan mana­jemen prioritas transaksi dan likuidi­tasnya secara lebih baik,” kata Tirta.

Selain itu, kebutuhan transaksi pa­sar uang juga dapat diakomodasi de­ngan baik karena informasi mengenai transaksi pasar uang dapat diperoleh dengan lebih baik.

Sementara peningkatan perlindu­ngan nasabah dilakukan dengan peng­aturan waktu transfer serta batas atas biaya transaksi BI-RTGS, yaitu sebe­sar Rp35 ribu. Hal ini menguntungkan bagi nasabah, karena adanya kepastian waktu dan biaya transfer.

Untuk mendukung implementasi sistem Generasi II tersebut serta me­mitigasi risiko yang mungkin timbul, Bank Indonesia akan menerbitkan ke­tentuan-ketentuan terkait dan mene­rapkan masa transisi penyelesaian transaksi transfer dana melalui sistem BI RTGS dan SKNBI (sistem kliring nasional Bank Indonesia) mulai 16 Januari 2015 sampai 30 Juni 2016 un­tuk nominal transaksi BI-RTGS batas minimal transaksi (flooring) Rp500 juta sedangkan SKNBI nominalnya tidak dibatasi.

Sedangkan mulai 1 Juli 2016 flooring untuk BI-RTGS minimal Rp100 juta dan SKNBI maksimal Rp500 juta.

“Dengan sistem Generasi II ini di­ha­rapkan kebutuhan perkembangan pa­sar keuangan Indonesia dapat ter­penuhi, stabilitas sistem keuangan terja­ga dan kegiatan sistem pemba­ya­ran nasional berlangsung aman dan lan­car,” kata Tirta. (Ant)

Related Post

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *