Penemuan pembangkit listrik tenaga tumbuhan hidup karya mahasiswa

November 10, 2015

Penemuan pembangkit listrik tenaga tumbuhan hidup karya mahasiswa

Pembangkit listrik tenaga tumbuhan

Pembangkit listrik tenaga tumbuhan

ni
Pembaca Cahyailmu.com marilah kita berangkat dan mendukung karya gemilang anak bangsa dikutip dari harian Medan (Analisa). Dalam Pameran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa yang digelar di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (10/11), Indra Doli Nasution, mahasiswa Fakultas Pertanian USU, menemukan karya ilmiah terbaru yang dia beri nama “Pembangkit Listrik Tenaga Tumbuhan”.

Kepada Analisa, dia menceritakan ide awal penemuannya itu terinspirasi dari ayahnya yang petani di kampung di Padang Sidimpuan. “Tahun lalu saat ayah datang ke kosan, dia bilang, anak pertanian itu harus ada buat penemuan yang berguna untuk masyarakat. Dari situlah terpacu untuk dapat membuat penemuan yang berbeda,” ungkap mahasiswa semester tiga itu.

Indra kemudian berusaha mencari setiap literatur luar negeri untuk mendukung penemuannya. Sebab ia mengaku sedikit kesulitan karena masih jarang penelitian sejenis di Indonesia. Dibantu para dosen pembimbingnya Indra lalu meneliti tumbuhan yang memiliki akar serabut untuk kemudian diuji.

“Kami ingin mendapat energi yang berkelanjutan, karena kami anak pertanian jadi kami bongkar-bongkar tumbuhan ini. Kemudian kami berpikir tumbuhan sudah pasti berfotosintesis dalam artian dapat menghasilkan energinya sendiri dan 70% hasil dari fotosintesis ini dikeluarkan melalui akar tanaman. Dan di sekitar akar tanaman ini terdapat sejumlah jenis mikroba. Mikroba yang makan dari organik yaitu mikroba yang memakan mahkluk hidup, kemudian dirombak dan di dalam sel bakterinya terdapat yang namanya mikroba filosofer atau yang lebih dikenal sel pembakar bakteri kemudian sel-sel ini yang dirombak menjadi elektron dan menghasilkan adanya aliran listrik yang mengalir,” ujarnya rinci sembari menunjukkan alat voltmeter bahwa adanya aliran listrik yang mengalir melalui kabel penghubung.

Indra mengatakan, penemuannya ini belum seutuhnya maksimal. Dia akan mencoba mengembangkan dengan prospek ke depan ia coba menghidupkan lampu atau jenis eletronik lainnya sehingga benar-benar mengatasi krisis energi ke depan.

“Saati ini kami butuh bakteri yang memiliki perkembangan cepat, sebab penemuan kami ini hanya bentuk perlakuan normal tak ada perlakuan khusus. Ini semuanya alami tumbuhan padi yang ditempatkan di wadah kemudian kami campur air dan lumpur dan hanya ada bakteri seadanya. Jika ke depan prospek kami berhasil kami akan buat tanaman ini secara bertingkat di belakang rumah untuk dapat menghasilkan daya listrik rumah tangga bisa dibayangkan kelak kami tak perlu membayar listrik lagi,” ungkapnya.

Ke depan Indra berharap hasil penemuannya dapat ia ikut sertakan di berbagai perlombaan teknologi tepat guna sehingga penelitiannya selama ini dapat berguna bagi masyarakat seperti nasehat yang orangtuanya inginkan.

Related Post

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *