Kisah lucu sengketa Pilkada Mojokerto masih berlanjut

November 23, 2015

Pembaca Cahyailmu.com Dikutip dari situs berita detik. Com dan beritajatim. Com ternyata kisah sengketa Pilkada masih berlanjut semakin seru dan lucu

Kubu Nisa Klaim, Ketua Dewan Syuro PPP Beri Dukungan

Jum’at, 20 Nopember 2015 18:45:12
Reporter : Misti P.
Kubu Nisa Klaim, Ketua Dewan Syuro PPP Beri Dukungan
5
Free Wifi-APK

Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Tim Pemenangan pasangan Nisa-Syah, Heri Ermawan menuturkan, permohonan peninjauan kembali atas putusan MA No 539 K/TUN PILKADA/2015 sudah diajukan pihaknya melalui PT TUN Surabaya. Bahkan, pihaknya mengaku mendapat dukungan dari Ketua Dewan Syuro PPP, KH Maimun Zubair,

“Kita juga mendapat dukungan dari Ketua Dewan Syuro PPP, KH Maimun Zubair. Embah Maimum juga telah menyurati Ketum PPP Djan Faridz agar segera membuat surat penegasan. Tujuannya satu. Surat itu akan menegaskan bahwa surat rekomendasi dukungan dari DPP PPP kubu Djan Faridz No 532/KPTS/DPP/VII/2015 tertanggal 28 Juli 2015 yang digunakan Nisa-Syah untuk mendaftar ke KPU adalah sah,” ungkapnya, Jum’at (20/11/2015).

Masih kata Heri, surat tersebut diharapkan menjadi novum baru dalam permohonan PK atas putusan MA yang memvonis surat rekom tersebut palsu. Kiai sepuh NU tersebut telah memberikan rekom agar Djan Faridz memberikan surat penegasan bahwa surat rekom dukungan yang dimiliki Nisa-Syah asli.

“Tidak seperti yang diadili oleh MA. Itu kan belum dibuktikan dalam penyelidikan polisi, masa MA tiba-tiba memvonis jika rekom itu palsu,” ujarnya.

Sementara kuasa hukum pasangan Nisa-Syah, Ima Mayasari menjelaskan, selain mengajukan PK, pihaknya juga melaporkan KPU Kabupaten Mojokerto ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “KPU salah menafsirkan putusan MA,” tegasnya.

Dalam putusan disebutkan bahwa KPU Mojokerto diperintahkan membatalkan Berita Acara No 28/BA/VIII/2015 dan surat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 31/Kpts./KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilbup 2015.

“Kalau dibatalkan berarti ketiga pasangan calon dibatalkan dan sudah tidak ada calon lagi. Nah, KPU kok hanya mencoret pasangan Nisa-Syah,” tegasnya

Senin 23 Nov 2015, 11:32 WIB
Ratusan Remaja dan Fatayat Kembali Demo KPU Mojokerto
Enggran Eko Budianto – detikNews
Ratusan Remaja dan Fatayat Kembali Demo KPU Mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – Ratusan pendukung paslon yang didiskualifikasi, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) kembali berunjuk rasa di kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (23/11/2015). Massa yang didominasi ibu-ibu Fatayat dan remaja itu menuntut agar Nisa-Syah dimasukkan kembali sebagai peserta Pilbup 2015.

Ratusan massa pendukung Nisa-Syah itu memblokade Jalan RA Basoeni di depan kantor KPU Kabupaten Mojokerto. Poster berisi tuntutan dan gambar pasangan Nisa-Syah mewarnai aksi demo kali ini. Di bawah terik matahari, massa berorasi dengan pengawalan ketat puluhan anggota polisi.

“Jika hari ini, paslon nomor 1 tidak dimasukkan, kita akan berbondong-bondong datang ke KPU untuk minta keadilan,” teriak salah seorang koordinator aksi, Sugiantoro dalam orasinya.

Sementara korlap aksi lainnya, Machradji Machfud mengatakan, keputusan KPU Kabupaten Mojokerto mencoret pasangan Nisa-Syah merupakan perbuatan curang. Pihaknya bersikukuh mengklaim bahwa putusan Mahkamah Agung No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang menjadi dasar KPU mencoret Nisa-Syah cacat hukum.

“KPU telah berbuat curang, KPU tidak adil, kita kesini untuk meminta keadilan dari KPU. Sebelumnya KPU menetapkan tiga calon dan meminta untuk melakukan kampanye. Beberapa pekan sebelum coblosan, Nisa-Syah dicoret. Ini tidak adil,” ujarnya.

Unjuk rasa ini mendapat respon dari KPU Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 9 perwakilan terdiri dari pengurus partai pengusung dan tim pemenangan pasangan Nisa-Syah diizinkan masuk ke kantor KPU untuk bertemu dengan para komisioner.

Sementara di depan kantor KPU, hingga pukul 11.42 Wib, massa masih berorasi. Aksi unjuk rasa ini juga diselingi lantunan salawat dan istighosah. (fat/fat)

Senin 23 Nov 2015, 14:06 WIB
KPU Mojokerto Cetak 800 Ribu Surat Suara Bergambar Dua Paslon
Enggran Eko Budianto – detikNews
KPU Mojokerto Cetak 800 Ribu Surat Suara Bergambar Dua Paslon
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – KeputusanKPU KabupatenMojokerto No 61/Kpts./KPUKab-014.329790/2015 yang mencoretpaslonChoirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) masih belum final. Kubu Nisa-Syah mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang menjadi dasarKPU mencoret Nisa-Syah dari pesertaPilbup 2015.
KPU Kabupaten Mojokerto sejauh ini masih berpedoman pada putusan tersebut. Penyelenggara pemilu ini nekat mencetak 829.256 lembar surat suara Pilbup 2015 dengan hanya 2 pasangan calon. Padahal ada resiko besar yang bakal ditanggung KPU jika sampai permohonan PK kubu Nisa-Syah dikabulkan MA sehingga jumlah peserta Pilbup 2015 kembali menjadi 3 paslon.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Pokja Logistik, Heru Efendi mengatakan, pencetakan surat suara terpaksa dilakukan mengingat masa persiapan Pilbup yang hanya menyisakan 3 minggu lagi. Pihaknya pun menunjuk pihak ke tiga, PT Temprina Media Grafika untuk mencetak surat suara dengan harga Rp 120 per lembar.

Sesuai jumlah kebutuhan untuk pemungutan suara 9 Desember nanti, surat suara yang dicetak sebanyak 829.256 lembar. Jumlah itu sudah termasuk surat suara cadangan sebanyak 2,5% dari daftar pemilih tetap (DPT) Pilbup 2015 atau 21.049. DPT Pilbup kali ini ditetapkan 808.207 jiwa.

Mengacu pada keputusan No 61/Kpts./KPU Kab-014.329790/2015 tertanggal 14 November 2015, lanjut Heru, desain surat suara hanya menampilkan 2 gambar paslon. Yakni pasangan nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Ipung) dan paslon independen nomor urut 3, Misnan Gatot-Rahma Shofiana.

“Kami tak mau berandai-andai. Sampai hari ini kami anggap tetap dua paslon karena kami belum menerima perintah apapun dari instansi terkait termasuk MA terkait keputusan pencoretan salah satu paslon,” kata Heru saat mengawasi penyortiran dan pelipatan surat suara di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Senin (23/11/2015).

Dengan sisa waktu yang kurang dari 3 minggu sebelum hari pemungutan suara, Heru optimis persiapan Pilbup 2015 bakal berjalan lancar. Mulai hari ini, pihaknya fokus menyortir dan melipat surat suara yang sudah dicetak. Sedikitnya 107 pekerja dia kerahkan agar proses sortir dan pelipatan selesai dalam waktu 3 hari ke depan.

“Ini yang belum datang formulir dan sampul. Diperkirakan minggu depan sudah terkirim. Paking logistik ke kotak suara 5-6 Desember, kami distribusikan ke PPK sampai TPS antara 7-8 Desember,” tandasnya.

Di lain sisi, kubu pasangan Nisa-Syah tengah menggugat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto yang mencoret pasangan nomor urut 1 itu. Jika upaya hukum kubu Nisa-Syah membuahkan hasil, tentu saja KPU harus mengganti ratusan ribu lembar surat suara yang terlanjur dicetak. Apakah waktu yang tersisa cukup untuk membuat surat suara yang baru?

Menanggapi kemungkinan itu, Heru tetap menyatakan kesiapannya. Sebagai penyelenggara pemilu di tingkat daerah, pihaknya akan memilih menambatkan kebijakan ke KPU pusat untuk menghadapi kemungkinan adanya perubahan keputusan.

“Kalau anggaran masih cukup. Karena anggaran yang kami dapatkan dari pengadaan barang dan jasa jauh dari RKA (rencana kerja dan anggaran) kita. Kalau soal waktu akan kami konsultasikan ke KPU pusat, sampai hari ini faktanya masih dua paslon,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pemenangan pasangan Nisa-Syah, Heri Ermawan menuturkan, permohonan peninjauan kembali atas putusan MA No 539 K/TUN/PILKADA/2015 sudah diajukan melalui PT TUN Surabaya. Pihaknya menyayangkan langkah KPU Kabupaten Mojokerto yang tergesa-gesa mencetak surat suara.

“Kalau gugatan kami dikabulkan, nanti biar KPU berhitung waktu untuk mencetak ulang surat suara. Kalau terlalu mepet bisa melakukan penundaan agar pemilihan diundur tidak tanggal 9 Desember,” ujarnya.

Yang menarik, kubu Nisa-Syah diam-diam mendapat dukungan dari Ketua Dewan Syuro PPP, KH Maimun Zubair. Menurut Heri, kiai sepuh NU itu telah menyurati Ketum PPP Djan Faridz agar segera membuat surat penegasan.

Tujuannya satu. Surat itu akan menegaskan bahwa surat rekomendasi dukungan dari DPP PPP kubu Djan Faridz No 532/KPTS/DPP/VII/2015 tertanggal 28 Juli 2015 yang digunakan Nisa-Syah untuk mendaftar ke KPU adalah sah. Surat itu diharapkan menjadi novum baru dalam permohonan PK atas putusan MA yang memvonis surat rekom tersebut palsu.

“Embah Maimun memberikan rekom agar Djan Faridz memberikan surat penegasan bahwa surat rekom dukungan yang dimiliki Nisa-Syah asli, tidak seperti yang diadili oleh MA. Itu kan belum dibuktikan dalam penyelidikan polisi, masa MA tiba-tiba memvonis itu palsu,” ungkapnya.

Sementara kuasa hukum pasangan Nisa-Syah, Ima Mayasari menjelaskan, selain mengajukan PK, pihaknya juga melaporkan KPU Kabupaten Mojokerto ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Menurut dia, KPU salah menafsirkan putusan MA.

Dalam putusan disebutkan bahwa KPU Mojokerto diperintahkan membatalkan Berita Acara No 28/BA/VIII/2015 dan surat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 31/Kpts./KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilbup 2015.

“Kalau dibatalkan berarti ketiga pasangan calon dibatalkan dan sudah tidak ada calon lagi. Nah, KPU kok hanya mencoret pasangan Nisa-Syah,” jelasnya.

KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret paslon Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015, Sabtu (14/11) malam. Keputusan KPU itu menyusul adanya putusan Mahkamah Agung (MA) No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang mengabulkan permohonan kasasi paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi agar Nisa-Syah dicoret.

Dengan demikian, peserta Pilbup Mojokerto menyisakan 2 paslon. Yakni, pasangan nomor urut 2, Mustofa-Pungkasiadi dan pasangan independen nomor urut 3, Misnan-Shofi.

Mustofa-Pungkasiadi diusung 7 parpol. Antara lain, Partai Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra. Sementara pasangan Nisa-Syah diusung PPP, PKB, PBB, dan Hanura

Senin 23 Nov 2015, 14:51 WIB
Coret Pasangan Nisa-Syah, KPU Dilaporkan ke DKPP dan Bawaslu
Enggran Eko Budianto – detikNews
Coret Pasangan Nisa-Syah, KPU Dilaporkan ke DKPP dan Bawaslu
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – Tak hanya menggugat keputusan No 61/Kpts/KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 14 November 2015 yang mencoret pasangan Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah), kubu paslon nomor 1 juga melaporkan KPU Kabupaten Mojokerto ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Nisa-Syah, Heri Ermawan mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke MA melalui PT TUN Surabaya. Permohonan PK itu dilayangkan menyusul amar putusan Mahkamah Agung (MA) yang diklaim cacat hukum.

“Peninjauan kembali kami ajukan terkait kekhilafan hakim memutus itu (permohonan kasasi kubu paslon Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi). Ada kekeliruan yang dicoret pasangan nomor 3, padahal Nisa-Syah bukan nomor 3,” kata Heri kepada wartawan usai aksi unjuk rasa di kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (23/11/2015).

Selain mengajukan PK, lanjut Heri, pihaknya juga melaporkan KPU Kabupaten Mojokerto ke DKPP dan Bawaslu Jatim. Menurutnya, KPU melakukan kesalahan besar mengambil keputusan mencoret Nisa-Syah mengacu pada putusan MA yang multi tafsir.

Dalam amar putusan MA, KPU sebagai pihak tergugat diperintahkan untuk membatalkan surat keputusan No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tentang penetapan paslon peserta Pilbup Mojokerto tertanggal 24 Agustus 2015. Jika SK tersebut dibatalkan, seharusnya KPU mencoret semua peserta Pilbup yang sudah ditetapkan.

“Ini mencoret yang mana kalau dibatalkan, artinya harus ada pendaftaran baru semua peserta. Tidak hanya mencoret pasangan Nisa-Syah,” ujar Heri.

Terlebih lagi, menurut Heri, adanya amar putusan yang multi tafsir itu belum ada penjelasan dari MA kepada KPU Kabupaten Mojokerto saat memutuskan mencoret Nisa-Syah. Jawaban berupa penegasan dari MA bahwa pasangan nomor 3 sama dengan huruf C merupakan paslon Nisa-Syah baru diterima KPU 3 hari setelah penyelenggara pemilu membuat keputusan mencoret Nisa-Syah. Jawaban MA itu tertuang dalam surat No 1548/PAN/HK.06/XI/2015 tertanggal 17 November 2015.

“MA meberikan jawaban tgl 17, padahal KPU mencoret Nisa-Syah tanggal 14. Tentunya keputusan KPU juga cacat hukum. Mereka membohongi publik, sesuatu yang belum ada diada-adakan,” ungkap politisi PKB Mojokerto ini.

Heri menambahkan, pihaknya berharap DKPP dan Bawaslu mendengar laporan kubu Nisa-Syah. “Harapan kami DKPP maupun Bawaslu memerintahkan KPU Kabupaten Mojokerto untuk mengembalikan pasangan Nisa-Syah sebagai peserta Pilkada,” pungkasnya. (fat/fat

Sumber
http://beritajatim.com/tag-berita/pilkada-mojokerto-jatim

http://search.detik.com/search?query=Nisa+mojokerto+&source=dcnav&siteid=2

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *