Indonesia bakal salip cina dalam hal investasi di Asia Tenggara

November 20, 2015

Indonesia bakal salip cina dalam hal investasi di Asia Tenggara

Indonesia bakal salip cina dalam hal investasi di Asia Tenggara

Indonesia bakal salip cina dalam hal investasi di Asia Tenggara

Pembaca Cahyailmu.com Dikutip dari harian Jawapos – Survei Price Waterhouse Coopers (PwC) terhadap 800 CEO perusahaan yang berlokasi di Asia Pasifik menempatkan Indonesia di posisi kedua terbaik setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Bahkan, mengungguli Singapura yang dikenal sebagai salah satu hubungan perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik.

Kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, negara Singapura hanya memperoleh 46% responden CEO menyatakan akan meningkatkan investasinya selama 12 bulan ke depan‎.

“Angka tersebut dibawah posisi Indonesia yang mendapatkan 52% dan hanya selisih tipis dengan posisi teratas China sebanyak 53% responden,”‎ ujarnya dalam keterangannya, Kamis (19/11).

Ia merespons positif hasil survei tersebut dan menyampaikan bahwa hal itu menunjukkan bahwa para CEO negara APEC masih percaya dengan iklim investasi di Indonesia yang semakin kondusif.

“Respon pemerintah sangat penting karena kepercayaan yang muncul dalam survei tersebut harus dikelola dengan baik terutama dengan menginformasikan reformasi-reformasi kebijakan investasi yang telah dilakukan oleh pemerintah,” tutur dia.

Kepercayaan pimpinan Asi Pasifik bukan tanpa pertimbangan, kata Franky, aliran modal asing yang masuk ke Asia Pasifik sudah cukup tinggi.

“Jadi salah satu keterangan di survei tersebut menyebutkan bahwa sebenarnya wajar apabila tahun ini terjadi penurunan mengingat arus masuk PMA ke Asia-Pasifik mencatat angka tertinggi tahun lalu,” ungkap dia.

Franky menambahkan, pencapaian Indonesia dalam survei tersebut akan menjadi modal bagi pemerintah untuk meningkatkan aliran investasi yang masuk ke Indonesia.

“Bapak Wapres dalam CEO Summit kemarin (18/11) menyampaikan hal-hal mengenai bagaimana respon pemerintah terhadap perubahan global dan bagaimana Indonesia melakukan deregulasi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” tandas dia.

Sekedar diketahui, ‎realisasi investasi negara-negara yang tergabung dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) mendominasi arus investasi yang masuk ke Indonesia.

Data realisasi investasi BKPM mencatat dalam lima tahun terakhir dari 20 negara teratas, anggota ekonomi APEC berkontribusi hingga 77,5% dengan nilai mencapai US$ 76 miliar.

Dari tahun ke tahun, tren realisasi investasi dari negara APEC juga menunjukkan hal yang positif. Posisi realisasi investasi negara APEC di tahun 2010 yang mencapai US$ 9,2 miliar meningkat menjadi US$ 10,5 miliar di tahun 2011, kemudian kembali meningkat menjadi US$ 12,8 miliar di tahun 2012.
Berikutnya, lonjakan cukup drastis menjadi US$ 16,1 miliar di tahun 2013 dan US$ 15,1 miliar di tahun 2014 dan posisi tahun 2015 hingga September mencapai US$ 11,9 miliar.

Related Post

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *