Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia

November 4, 2015

Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah Senilai Rp 2,2 Miliar ke Malaysia

Pembaca Cahyailmu.com Dikutip dari harian batampos
batalion Kapal patoli BC 10022 dan BC 500 yang melakukan patroli di wilayah perairan Kepri, Senin (2/11) pukul 07.30 WIB berhasil menangkap KM Elang Laut Biru Nomor 1108/PPPe GT 28 yang membawa pasir timah di Perairan Tanjung Tondang, Kepri. Pasir tersebut akan diselundupkan ke Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia.
”Penangkapan ini berawal ketika kapal patroli kita BC 10022 melakukan patroli dan menemukan ada kapal yang berlayar menuju ke perairan internasional. Sehingga, setelah berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan muatannya. Setelah dicek muatannya karung-karung yang berisi pasir timah sebanyak 261 karung. Pasir timah ini dibawa dari salah satu daerah di Dabo Singkep,” ujar Kepala Kantor Wilayah Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun, Parjiya, Selasa (3/11).

Jika dihitung tonase muatannya, kata Parjiya, 261 karung dengan rata-rata per karung muatannya 36 kg, maka seluruhnya 10 ton. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp 2,2 miliar. Dan, untuk kerugian negaranya, menurutnya tidak terhingga. Sebab, pasir timah ini diperoleh dari kegiatan tambang yang tidak dilengkapi dengan izin dari pemerintah.

Dalam penangkapan ini, BC telah mengamankan 4 orang, salah seorangnya adalah nakhoda kapal berinisial MI.

”Selain melakukan penangkapan terhadap kapal yang membawa muatan pasir timah, patroli BC 15034 berhasil mengamankan 7 karton rokok berbagai merek dari kapal penumpang MV Marina Srikandi yang berlayar dari Batam dengan tujuan Kuala Tungkal. Rokok yang diamankan tersebut merupakan rokok khusus untuk kawasan FTZ. Sehingga, tidak boleh beredar di kawasan non FTZ,” paparnya.

Rinciannya, kata Parjiya, 159 slop rokok merek Trust, 315 slop merek H Mild dan 160 merek Doff. Perkiraan rokok nilai dari rokok tersebut Rp44,380.000. Dan, untuk kerugian negara mencapai Rp26.881.600 yang berasal dari tidak membayar pita cukai. Dan, untuk diketahui hal-hal seperti ini lah yang termasuk memnghambnat penerimaan negara. Karena, menyelundupkan rokok dari kawasan bebas ke luar kawasan bebas.

“Secara nasional penerimaan negara melalui bea masuk yang ditargetkan untuk BC sebesar Rp140 triliun. Namun, sampai sekarang yang diterima berkisar 65 persen. Kemudian, khusus untuk target penerimaan di kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun sebesar Rp351 miliar dan realisasinya berkisar 63 persen sampai 64 persen saja. Hal-hal seperti penyelundupan rokok ini yang menjadi penghambatnya


 

Related Post

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *