Fakta unik dibalik kasus Pilkada Mojokerto tahun 2015

November 19, 2015

Fakta unik dibalik kasus Pilkada Mojokerto tahun 2015

 

Admin cahyailmu.com adalah warga mojokerto dan sangat cuek tentang Pilkada dan tidak peduli siapa yang terpilih. Namun Pilkada Mojokerto tahun 2015 ini mengusik saya karena ternyata banyak fakta lucu yang terjadi. Berikut adalah beberapa fakta yang terjadi dikutip dari berbagai sumber terutama detik. Com dan beberapa media berita online berikut kita urut dari awal berita ini dimuat

FAKTA unik 1

paslon mustofa kamal (MKP) – Pungkasiadi(ipung) diusung 7 parpol yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Golkar, PKS, Partai Gerindra dan PAN. Sedangkan paslon Choirunnisyah – Arifudin Syah diusung PPP, PKB, PBB dan Hanura. Selain itu satu paslon dari jalur independen, Miskan – Rahma Sofiana.paslon Choirun Nisa dan Arifudinsyah mendaftar ke KPU dengan diusung PPP dari kubu Romahuemuzy maupun Djan Faridz dan sudah menyerahkan bukti rekomendasi dari dualisme PPP itu. Sedangkan pasangan yang lain di adalah dari kubu independent

Namun sehari setelah pendaftaran atau Selasa (27/7/2015), mendadak tandem Mustofa kamal(MKP), Pungkasiadi, mengklaim pihaknya juga mendapat rekom PPP kubu Djan Faridz juga.

Anehnya dan lucu, paslon bupati incumbent Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Pungkasiadi justru juga memegang rekom PPP kubu Djan Faridz. Rekomendasi tersebut tertera dalam Surat Keputusan DPP PPP nomor: 558/KPTS/DPP/VII/2015 ditandatangani tanggal 27 Juli 2015 oleh Ketua Umum, Djan Faridz dan Sekretaris, RA Dimyati N tentang persetujuan pengajuan MKP sebagai calon bupati dan Pungkasiadi sebagai wakil calon bupati Kabupaten Mojokerto periode 2015-2020 dari PPP.
Melalui cawabup pasangannya, Pungkasiadi, Mustofa menunjukkan rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum DPP PPP, H Djan Faridz dan Sekjen Dr HRA Dimyati N SH MSi bermaterai Rp 6.000 dan dikeluarkan pada 27 Juli 2015.
“Surat rekomendasi itu bernomor: 558/KPTS/DPP/VII/2015 tentang persetujuan Saudara H Mustofa Kamal Pasa sebagai Cabup dan Saudara H Pungkasiadi SH sebagai Cawabup Kabupaten Mojokerto Provinsi Jatim Periode 2015-2020,”Rabu (29/7).

Yang menarik bagaimana mungkin PPP kubu Djan Faridz membuat surat double yang satu mendukung pencalonan pasangan calon choirun nisa dan satunya mendukung ( tentu hal ini sangat lucu dan mungkin salah satu usaha untuk menghentikan pasangan calon untuk melaju ke pilkada oleh lawan tanding politiknya)

Kita semua tahu bahwa pendukung partai paslon choirun nisa lebih sedikit dari pendukung paslon MKP. Dan jika salah satu partai pendukung paslon choirun nisa tidak mendukung lagi/ mencabut dukungan maka choirun nisa tidak bisa mengikuti pilkada.

Dikuti dari situs berita berdasarkan fakta lucu diatas Dikutip dari berita jatim.com tanggal 29 juli dengan judul Rekom PPP Djan Faridz Panaskan Mojokerto Rabu, 29 Juli 2015 16:50 WIB
DOBEL- Pungkasiadi menunjukan surat rekomendasi dari DPP PPP kubu Djan Faridz. (gun/rvl)
Mojokerto (beritajatim.com) – Tim incumbent, Mustofa Kamal Pasa – Pung Kasiadi menyerahkan surat rekomendasi dari PPP kubu H Djan Faridz ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto. Surat keputusan nomor 558/KPTS/DPP/VII/2015 diserahkan oleh DPD PAN Kabupaten Mojokerto, Santoso.

Santoso merupakan Ketua Tim Pemenangan tim incumbent Purbantara (Putra Bangsa Nusantara). Santoso datang bersama Jatmiko sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Purbantoro. “Tim Pemenangan ingin menyampaikan ke KPU, jika PPP kubu Djan Faridz merekom incumbent,” ungkapnya, Rabu pada (beritajatim.com) (29/07/2015).Harapannya, rekomendasi yang dimiliki incumbent juga bisa diverifikasi oleh KPU dan dibandingkan dengan rekomendasi yang dimiliki kubu wakil bupati (wabup) petahana, Choirun Nisa – Arifudinsyah. Pihaknya mengaku masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan KPU Kabupaten Mojokerto.”Kita masih menunggu hasil verifikasi KPU, jika memang hasil verifikasi menyatakan rekomendasi yang dimiliki kubu Bu Nisa tidak sah maka akan berimbas pada pembatalan pendaftaran dari kubu Nisa,” ujarnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Ahmad Arif mengaku belum menerima surat rekomendasi dari PPP kubu Djan Faridz yang turun ke incumbent. “Saya belum menerima laporan, saya sudah cek ke Bagian Umum tapi tidak ada surat masuk,” jelasnya. [tin/but]

FAKTA unik 2

Dikutip dari berita bangsaonline.com Rekom ”Siluman” PPP Djan Faridz tak Terbukti, KPU Mojokerto Tetap Sahkan Paslon Nisa-Arifudinsyah Kamis, 30 Juli 2015 17:58 WIB
DOBEL- Pungkasiadi menunjukan surat rekomendasi dari DPP PPP kubu Djan Faridz. (gun/rvl)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto mengaku belum menerima surat rekom ”siluman” PPP kubu Djan Faridz yang dipersoalkan pasangan calon (paslon) Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Pungkasiadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Namun, Ayuhannafiq, Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, mengatakan jika untuk saat ini yang dinyatakan sah tetap rekom untuk pasangan Nisa–Arifudinsyah, sebab mereka sudah menyerahkan surat rekom dari dua kubu PPP dan ditandatangani DPC. Sedangkan soal klaim Pungkasiadi yang juga mendapat rekom dari kubu Djan Faridz, pihak KPU belum menerima bukti surat tersebut. ”Jika mengacu pada masa pendaftaran lalu, pasangan Chorun Nisa dan Arifudinsyah dinyatakan sah sebagai bakal calon yang mendaftar. Mereka diusung dan didampingi oleh 4 partai, yakni PPP, PKB, PBB dan Hanura,” cetus Yuhan, sapaan akrabnya.

Setelah mengetahui bahwa paslon nisa dapat melaju ke pilkada maka pendukung paslon mustofa (MKP-ipung) meradang.Dikutip pada tanggal Senin, 17 Agustus 2015 | 22:02 WIB dari
INILAHCOM, Mojokerto – Incumbent, Mustofa Kamal Pasa mengamuk di kantor Panwas Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Bangsal, Kecamatan Bangsal. Kedatangannya terkait rekom dari DPP PPP kubu Djan Faridz yang dikantonginya dan juga pasangan Choirun Nisa-Arifudinsyah.
Bupati Mojokerto ini datang didampingi Ketua Tim Pemenangan Koalisi Purbantoro, Santoso, Firman Efendi dan Kasoban Arif yang sebelumnya melapor terkait rekom ganda dari DPP PPP kubu Djan Faridz. Incumbent yang mengenakan kaos merah dan celana warna putih ini, mendadak ngamuk ke Ketua Panwas, Miskanto dan dua anggota Komisioner Panwas.

Incumbent menanyakan sejumlah pertanyaan terkait keabsahan rekomendasi dari DPP PPP kubu Djan Farid dan serta surat hasil verifikasi. Namun, Panwas menegaskan jika yang mempunyai kewenangan untuk memverifikasi adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto.
“Kita hanya mengawasi, yang bisa melakukan verifikasi terkait keabsahan rekom adalah KPU,” ungkap, Ketua Panwas Kabupaten Mojokerto, Miskanto, Senin (17/08/2015).

Sementara itu, incumbent menegaskan jika pihaknya mendapat rekom dari DPP PPP kubu Djan Faridz. “Kita juga punya bukti, saat dilakukan verifikasi KPU ke Jakarta, ada surat pernyataan yang ditandatangani Djan Faridz bermaterai yang menegaskan jika Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi yang mendapatkan rekom DPP PPP kubu Djan Faridz,” katanya.

Namun, lanjut incumbent, rekom yang sama juga dimiliki calon lain, Choirun Nisa-Arifudinsyah. Menurutnya, munculnya rekom untuk pasangan Choirun Nisa-Arifudinsyah adalah tindakan pidana karena ada pemalsuan rekom sehingga ranahnya sudah ke pihak kepolisian dan kejaksaan. Hingga berita ini ditulis, incumbent dan timnya masih bertahan di kantor Panwas.[beritajatim]

Berita lain yang terkait tentang fakta unik diatas yaitu dikutip dari situs berita detik.com

Incumbent Mojokerto Coba Jegal Lawan, Persoalkan Rekomendasi PPP
24 Aug 2015, 23:23 WIB KPUD Mojokerto Loloskan 3 Pasangan Calon Bupati-Wabup
Enggran Eko Budianto – detikNews
KPUD Mojokerto Loloskan 3 Pasangan Calon Bupati-Wabup
Mojokerto – Kabar tak lolosnya salah satu pasangan calon (paslon) bupati-wabup Pilkada Mojokerto ternyata tak terbukti. KPUD Mojokerto akhirnya menetapkan ketiga paslon bupati-wabup yang mendaftar, dinyatakan memenuhi syarat untuk maju dalam Pilkada 2015.

“Pasangan calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada Mojokerto tahun 2015 ditetapkan 3 pasangan calon,” kata Ketua KPUD Mojokerto, Ayuhanafiq membacakan surat keputusan rapat pleno penetapan paslon, Senin (24/8/2015).

Ayuhanafiq menyebutkan, ketiga paslon bupati-wabup yang dinyatakan menjadi peserta Pilkada Mojokerto 2015 adalah, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi, Choirun Nisa-Arifudinsyah, serta pasangan independen Misnan Gatot-Rahma Shofiana.

Secara administratif, ketiga paslon tersebut dinyatakan memenuhi semua persyaratan pencalonan dan syarat calon.

Ayuhanafiq menuturkan proses pengambilan keputusan di internal komisioner KPUD memang berjalan alot. Rapat pleno berlangsung tertutup di kantor KPUD selama sekitar 3 jam, yakni mulai pukul 16.30 hingga 19.30 Wib.

“Kami tadi proses pengambilan keputusan dengan perdebatan panjang. Kami tidak mengolor waktu. Penetapan sudah kami lakukan sesuai dengan tahapan pilkada,” katanya.

Atas keputusan KPUD tersebut, lanjut Ayuhanafiq, pihaknya siap menghadapi gugatan dari pihak-pihak yang merasa tak puas.

“Memang dalam semua keputusan yang kami buat bisa ada gugatan, itu sudah disediakan ruang sesuai dengan PKPU. Jadi kalau ada pihak yang keberatan, kami siap menghadapi gugatan,” tandasnya.

Dengan demikian, tahapan selanjutnya adalah pengundian nomor pasangan calon yang akan digelar besok siang, Selasa (25/8).

Sebelumnya beredar kabar pasangan Choirun Nisa-Arifudinsyah tak lolos dalam seleksi KPUD. Kabar itu santer beredar setelah calon bupati petahana, Mustofa Kamal Pasa melaporkan tim sukses pasangan tersebut ke Panwaslu Mojokerto atas dugaan pemalsuan surat rekomendasi dari DPP PPP kubu Djan Faridz.

Mustofa dan Nisa yang sama-sama maju diusung gabungan parpol sampai



ini masih menjabat Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Namun, pada Pilkada 2015, keduanya memilih pecah kongsi.

Pasangan Mustofa-Pungkasiadi maju diusung 7 parpol koalisi Putra Bangsa Nusantara (Purbantara). Antara lain, PDIP, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, PKS, dan Gerindra.

Sedangkan pasangan Nisa-Arifudinsyah diusung 4 parpol koalisi Sabara, yakni PPP, PKB, PBB, dan Hanura. Kedua pasangan tersebut bakal bersaing dengan pasangan independen, Misnan-Shofi dalam Pilkada 9 Desember 2015. (fdn/fdn)

FAKTA UNIK 3 < strong/>

Akhirnya usaha Mustofa-Pungkasiadi menjegal lawan politiknya berhasil memenangkan gugatan ke MA berikut kutipannya http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/a67f46490d143ab994652c46f0accda4
http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/b7f3f001354b0d91eeca99011212be12Dikutip dari berita jatim Rabu, 04 Nopember 2015 16:07:51 http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/251453/sholeh:_ma_menangkan_mkp,_choirun_nissa-_arifudinsyah_diskualifikasi.html#.Vk1Tw2ErJKQ

Mahkamah Agung (MA) memenangkan gugatan Calon Bupati-Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup), Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Pung) terkait gugatan diskualifikasi pasangan calon (paslon), Choirun Nissa-Arifudinsyah. Klaim kemenangan kubu cabup incumbent tersebut disampaikan kuasa hukum, MKP M Soleh di salah satu hotel di Kota Mojokerto.

Didampingi Ketua Tim Sukses (Timses) MKP-Pung, Santoso menyampaikan jika, kepastian kemenangan gugatan bisa dilihat di website resmi MA tanggal 3 November 2015. “Dalam website MA tersebut disebutkan, MA mengabulkan gugatan kami dalam kasasi. Keputusan MA itu sekaligus mendiskualifikasi paslon Nisa-Syah,” ungkapnya, Rabu (04/11/2015).

Masih kata M Sholeh, karena materi gugatan yang diajukan berisi pembatalan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto tertanggal 24 Agustus 2015 terkait penetapan paslon. Meski pihaknya mengaku belum menerima salinan keputusan MA secara resmi, namun dalam website MA sudah dijelaskan secara detail isi putusan.

“Ini berarti KPU harus mendiskualifikasi pasangan Nisa-Syah, karena gugatan kami menang. Dengan turunnya keputusan MA ini, berarti sudah tidak terbuka lagi upaya hukum lanjutan. KPU harus menindaklanjuti putusan MA tersebut karena keputusan ini sudah final dan mengikat,” katanya.

Meski tidak ada batas waktu, advokat asal Sidoarjo ini menjelaskan, amanat UU menyebutkan jika KPU wajib melaksanakan putusan MA. Menurutnya, fakta di persidangan, semua saksi yang diajukan melemahkan syarat dukungan pencalonan Nisa-Syah. Surat rekomendasi dari PPP untuk paslon Nisa-Syah ternyata nomernya sama persis dengan rekom untuk cabup Banyuwangi.

Ketua Timses MKP-Pung, Santoso mengaku lega dengan putusan MA. “Sempat ditolak di Panwas dan kemudian kalah di PT TUN. Akhirnya kita lega, di MA kita menang,” ujarnya didampingi pengurus dua partai pengusung yakni Sekretaris DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto, Moh Soleh dan Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mojokerto, Budi Mulya.[tin/ted]

Berita lain terkait dikutip dari detik

Sabtu 14 Nov 2015, 22:18 WIB
KPU Mojokerto Resmi Coret Paslon Nisa-Syah
Enggran Eko Budianto – detikNews
KPU Mojokerto Resmi Coret Paslon Nisa-Syah
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret paslon bupati-wabup nomor urut 1, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) dari peserta Pilkada 2015. Hal itu menyusul keputusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Ipung) yang merupakan lawan terkuat paslon nomor 1.

Keputusan pencoretan itu diambil KPU Kabupaten Mojokerto usai menggelar rapat pleno tertutup di ruang sekretaris kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni, Sabtu (14/11/2015) sekitar pukul 19.05 Wib. Hasil rapat yang digelar selama sekitar 25 menit itu, KPU resmi mengumumkan beberapa keputusan yang dituangkan dalam berita acara No 47/BA/XI/2015 tentang rapat pleno tindak lanjut putusan MA tertanggal 14 November 2015.

“Kami ambil beberapa keputusan, yang pertama merubah berita acara No 28/BA/VIII/2015 dan keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tentang penetapan paslon bupati-wabup peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Mojokerto tertanggal 24 Agustus 2015,” kata ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Ayuhanafiq kepada wartawan.

Dengan diubahnya surat keputusan tersebut, lanjut Ayuhanafiq, pihaknya memutuskan mencoret paslon Nisa-Syah dari peserta Pilkada 2015. “Yang ke dua Membatalkan atau mencoret pasangan calon bupati dan wakil bupati Choirun Nisa-Arifudinsjah,” ujarnya.

Dalam rapat pleno yang dijaga ketat puluhan anggota TNI-Polri itu, KPU Kabupaten resmi mengganti surat keputusan No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tentang penetapan paslon bupati-wabup peserta Pilkada tertanggal 24 Agustus 2015 dengan Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 61/Kpts./KPU Kab-014.329790/2015 tertanggal 14 November 2015.

Menurutnya, mulai hari ini peserta Pilkada Mojokerto hanya 2 paslon. Yakni, pasangan MKP-Ipung dan pasangan independen Misnan Gatot-Rahma Shofiana. Sementara terkait nomor urut, Ayuhanafiq menegaskan tetap sesuai dengan hasil pengundian nomor urut 25 Agustus 2015. Pasangan MKP-Ipung nomor urut 2, sedangkan paslon Misnan-Gatot nomor urut 3.

“Jumlah pasangan calon bupati dan wakil bupati yang ditetapkan sebanyak 2 paslon,” tegasnya.

Lantas bagaimana dengan surat suara? “Soal surat suara mengacu pada PKPU yang mengatur desain surat suara, kami akan cetak hanya dengan 2 paslon, tidak ada nomor 1, dihilangkan,” pungkasnya.

Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto malam ini menyusul adanya putusan MA yang dimenangkan kubu paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Ipung). Amar putusan MA No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 itu mengabulkan permohonan kubu paslon MKP-Ipung yang menggugat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto.

Berita lain dikutip dari http://pilkada.tempo.co/read/news/2015/11/16/304719456/surat-rekom-pilkada-palsu-ini-kata-ppp-mojokerto

TEMPO.CO, Mojokerto – PPP kubu Djan Faridz di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengaku tidak tahu menahu tentang surat rekomendasi palsu yang membuat pasangan Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) dicoret pencalonannya sebagai bupati dan wakil bupati. Pengurus partai di tingkat wilayah bulat mendukung Nisa-Syiah namun mengaku tidak ikut mengurus surat rekomendasi.

“Saya tidak ikut mengurus karena katanya sudah ada anggota tim sukses Nisa-Syah yang mengurusnya sampai ke DPP PPP,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Mojokerto kubu Djan Faridz, Lukman Ali, Senin 16 November 2015.

Lukman mengatakan, tak tahu menahu mengenai keabsahan surat dari DPP PPP tersebut. Menurutnya, sebagai pengurus di tingkat DPC, ia dan Ketua DPC PPP setempat hanya mengkonsolidasikan struktur di cabang atau kabupaten.

“Kami yang di DPC bulat mendukung Nisa-Syah, begitu juga DPW PPP Jawa Timur,” katanya.

Bahkan ketika surat rekomendasi DPP PPP itu dikabarkan palsu atau tidak sah, Lukman mengaku sempat kaget dan berupaya mengklarifikasinya ke pengurus DPP PPP. “Saya pernah menawarkan ke Bu Nisa apakah saya yang menanyakannya ke Jakarta tapi beliau menjawab sudah ada wakil Bu Nisa (Arifudinsjah) yang dipercaya mengurusnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, satu dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Mojokerto dalam Pilkada 2015, Nisa-Syah, resmi dicoret Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto. Pencoretan itu berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung (MA) atas perkara Tata Usaha Negara (TUN) yang diajukan pesaing Nisa-Syah, calon petahana Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi.

Akar perkara itu terletak pada surat rekomendasi atau dukungan DPP PPP pimpinan Djan Faridz yang digunakan Nisa-Syah yang dianggap palsu. Ini karena pasangan Mustofa-Pungkasiadi juga mengantongi surat rekomendasi dari DPP PPP kubu yang sama. Bedanya Mustofa-Pungkasiadi tidak menyertakannya dalam syarat pencalonan karena mereka tidak mendapat rekomendasi DPP PPP Romahurmuzy.

Mustofa pun menggugat surat keputusan KPU Mojokerto yang menetapkan calon bupati dan wakil bupati termasuk Nisa-Syah. Setelah gugatan tidak dikabulkan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), Mustofa mengajukan kasasi dan MA mengabulkan seluruhnya.

Dengan tidak sahnya surat rekomendasi DPP PPP Djan Farid, pencalonan Nisa-Syah tidak memenuhi syarat minimal suara parpol pengusung sebanyak 10 kursi di DPRD. Tanpa rekom PPP, Nisa-Syah hanya mengantongi sembilan kursi. Sebelum rekom PPP dinyatakan tidak sah, suara dukungan Nisa-Syah mencapai 14 kursi yang disumbang dari koalisi PKB lima kursi, PPP lima kursi, Hanura dua kursi, dan PBB dua kursi.

“Kami akan gugat KPU yang mencoret Nisa-Syah sebab keputusan KPU didasarkan atas putusan MA yang kami anggap cacat hukum,” kata ketua tim sukses Nisa-Syah, Heri Ermawan.

Yang menjadi lucu dalam kasus ini MA memenangkan gugatan mustofa berdasarkan SK rekomendaasi yang ditandatangani DPP PPP Djan faridz dan menuduh surat rekomendasi yang di miliki paslon nisa dan juga ditanda tangani DPP PPP Djan faridz adalah palsu ? nah lhoo palsu ? siapa nih yang benernya palsu jika di kutip lagi dari web resmi PPP ini?

http://ppp.or.id/news/dpp-ppp-secara-konstitusional-nisasyah-tetap-sebagai-calon.html

DPP PPP: Secara Konstitusional Nisa-Syah Tetap sebagai Calon
Posted by: asdasdasd Tanggal Posting : 05 November 2015 Kategori : Berita Nasional | Dibaca : 265
PPP.OR.ID, JAKARTA – Wasekjen DPP PPP Gugus Joko Waskito menanggapi apa yang disampaikan Tim Hukum Pasangan Calon MKP-Pung Kasiadi tentang keputusan Mahkamah Agung (MA) mengenai gugatan kasasi Pilkada Mojokerto.

“Bahwa belum ada salinan keputusan resmi yang diterima para pihak, baik penggugat, tergugat, tergugat intervensi. Lalu dari mana bisa menyimpulkan materi keputusan MA tersebut jika salinan keputusannya saja belum resmi bisa dibaca secara utuh,” kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dalam hal sengketa Pilkada, menurut Joko, ketika dalam proses tahapan, UU Pilkada tidak mengatur secara teknis bagaimana penyelenggara pilkada menjalankan keputusan pengadilan.

“Dalam hal ini, proses gugatan Tata Usaha Negara, karena penyelenggara Pilkada harus berpedoman pada aturan hukum beracara dalam teknis menjalankan perintah pengadilan,” ujarnya.

Dijelaskan dalam UU No. 51 Tahun 2009, di sebut dengan jelas bahwa penyelenggara negara punya waktu 90 hari (60 hari + masa tenggang 30 hari) dalam menjalankan perintah pengadilan. “UU ini satu-satunya aturan pedomannya. Masih ada upaya hukum lain ketika Putusan MA sudah keluar, dan itu diatur dalam undang-undang secara jelas dan gamblang,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada struktur PPP di Mojokerto khususnya, tim pemenangan/relawan pendukung dan masyarakat Mojokerto pada umumnya supaya tidak terpengaruh apalagi bingung terhadap pemberitaan yang disebarluaskan pihak tertentu.

“Perjuangan Bu Nisa’ sebagai cabup Mojokerto belum selesai walau ada upaya-upaya untuk menjegal Bu Nisa,” ujar Joko.

Dikatakan secara konstitusional, Choirun Nisa’ – Arifudin Syah tetap sebagai Cabup-Cawabup Mojokerto 2015-2020.

“Justru dengan hal ini, semakin menunjukkan kepada masyarakat Mojokerto betapa besar dan meluas dukungan terhadap Nisa’-Syah, sehingga membuat pihak-pihak lain ketakutan ketika Bu Nisa’ berpeluang besar memenangkan Pilkada Mojokerto,” kata dia.

Pihaknya menginstruksikan kepada struktur partai tetap melakukan konsolidasi, tetap melakukan sosialisasi, karena tanggal 9 Desember 2015 nanti secara konstitusional pasangan Nisa’-Syah tetap sebagai calon.

“Kepada Penyelenggara Pilkada di Mojokerto, letakkan kerangka hukum di atas kepentingan politik tertentu. Karena seluruh langkah penyelenggara berdampak pada konsekuensi hukum dan kondusifitas keamanan di Mojokerto. Pendukung Bu Nisa’ tidak akan melakukan tindakan-tindakan emosional apalagi anarkis, karena militansi pendukung Nisa’-Syah berpondasikan amal ma’ruf nahi munkar dan rasionalitas,” ujar Joko

Nah kan lucu jika PPP masih mendukung pasangan calon nisa berarti putusan MA tidak berlandasan? Karena semua syarat pencalonan sudah terpenuhi. Ini yang membuat unik dan lucu episode pemilu kali ini

 

Berita lain dikutip dari berita jatim

Ini Jawaban DPC PPP Kabupaten Mojokerto Soal Rekom Palsu Nisa-Syah

Senin, 16 Nopember 2015 18:28:41
Reporter : Misti P.

Mojokerto (beritajatim.com) – Akar perkara dicoretnya calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup), Choirun Nisa-Arifudinsyah (Nisa-Syah) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto terletak pada surat rekomendasi atau dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Djan Farid. Dukungan yang digunakan Nisa-Syah dianggap palsu.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP, Kabupaten Mojokerto kubu Djan Farid, Lukman Ali mengaku tidak tahu menahu mengenai keabsahan surat dari DPP PPP tersebut. “Saya tidak ikut mengurusnya, katanya sudah ada anggota tim sukses Nisa-Syah yang mengurusnya sampai ke DPP PPP,” ungkapnya, Senin (16/11/2015).

Masih kata Lukman, sebagai pengurus di tingkat DPC, ia dan Ketua DPC PPP setempat hanya mengkonsolidasikan struktur di cabang atau kabupaten. Menurutnya, di DPC PPP sudah menyatakan bulat mendukung Nisa-Syah, begitu juga DPW PPP Jawa Timur. Bahkan ketika surat rekom DPP PPP itu dikabarkan palsu atau tidak sah, Lukmah sempat kaget.

“Saya berupaya mengklarifikasinya ke pengurus DPP PPP dengan saya menawarkan ke Bu Nisa apakah saya yang menanyakannya ke Jakarta terkait dugaan rekom palsu tersebut tapi beliau menjawab sudah ada wakil Bu Nisa (Arifudinsjah) yang dipercaya untuk mengurusnya,” ujarnya.(tin/kun)

Nah kan makin lucu jika baca beberapa fakta terkait diatas

FAKTA UNIK 4

Nah ini baru lucu KPU mencoret pencalonan pilbub nisa berdasarkan keputusan MA nahh masalahnya ini putusan MA ini lucu coba deh baca berita dibawa ini dikutip dari situs berita detik.com

Sabtu 14 Nov 2015, 22:40 WIB
Dicoret dari Pilbup, Kubu Nisa-Syah akan Gugat KPU Mojokerto
Enggran Eko Budianto – detikNews
Dicoret dari Pilbup, Kubu Nisa-Syah akan Gugat KPU Mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – Tim pemenangan pasangan cabup-cawabup Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) tak tinggal diam menyusul keputusan KPU Kabupaten Mojokerto yang mencoret paslon nomor urut 1 dari peserta Pilbup 2015. Kubu Nisa-Syah akan menggugat dan melaporkan penyelenggara pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Hal itu dikatakan Ketua Tim Sukses pasangan Nisa-Syah, Heri Ermawan. Dia menilai, keputusan KPU Kabupaten Mojokerto yang malam ini resmi mencoret Nisa-Syah merupakan sebuah pelanggaran serius.

“Kami masih mempelajari alasan mencoretnya itu, kalau alasan mencoretnya itu keputusan MA yang cacat hukum, kami akan menggugat KPU ke DKPP juga ke PT TUN,” kata Heri saat dihubungi Sabtu (14/11/2015).

Heri menjelaskan, objek yang akan digugat ke PT TUN Surabaya itu adalah Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 61/Kpts/KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 14 November 2015 yang menganulir keputusan penetapan paslon peserta Pilbup 2015 No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tertanggal 24 Agustus 2015. Keputusan tersebut mencoret pasangan Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015. “Yang kami gugat keputusan KPU yang baru,” tegasnya.

Menurut Heri, keputusan KPU yang baru itu merupakan pelanggaran serius sebab diambil berdasarkan putusan kasasi MA yang cacat hukum.

Alinea ke 4 amar putusan MA yang dinilai cacat hukum itu berbunyi:

“Mewajibkan tergugat (KPU Kabupaten Mojokerto) untuk menerbitkan Keputusan dan Berita Acara yang baru sebagai pengganti Keputusan dan Berita Acara yang dinyatakan batal tersebut dengan terlebih dahulu mencoret/mengeluarkan pasangan calon nomor 3 yaitu Dra. Hj. Choirun Nisa, M.Pd sebagai calon Bupati, dan H. Arifudinsjah, SH sebagai calon Wakil Bupati.”

Adanya kalimat ‘pasangan calon nomor 3’ dalam amar putusan itu lah yang membuat produk hukum MA ini dinilai kubu Nisa-Syah cacat hukum. Pasalnya, dalam objek yang digugat, Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 31/Kpts.KPU-kab-014.329790/2015, paslon Nisa-Syah bukan lah pasangan nomor 3.

Lantas adakah aksi massa pendukung Nisa-Syah pasca pencoretan malam ini? “Iya besok (15/11), Sudah ada pemberitahuan ke polisi, ini kehendak masyarakat sendiri. Kami mengimbau jangan terprovokasi ke tindakan anarkis,” pungkas Heri.

KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret paslon bupati-wabup nomor urut 1, Nisa-Syah dari peserta Pilkada 2015. Keputusan pencoretan itu diambil KPU Kabupaten Mojokerto usai menggelar rapat pleno tertutup di ruang sekretaris kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni, sekitar pukul 19.05 Wib. (fat/fat)

FAKTA UNIK 5
Nahh jika dilihat pasangan independent setelah keluarnya putusan MA sudah tidak melakukan kampanye lagi nahh kan kelihatan lucunya.. apalagi baca fakta dibawah ini dikutip dari detik.com

Minggu 15 Nov 2015, 11:52 WIB
Nisa-Syah Dicoret, Cabup Petahana Hadapi Paslon ‘Boneka’ Independen
Enggran Eko Budianto – detikNews
Mojokerto – Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) dicoret, membuat cabup petahana Mustofa Kamal Pasa (MKP) melaju tanpa pesaing.

MKP yang maju dengan seorang pengusaha, Pungkasiadi bakal menang dengan mudah melawan pasangan nomor urut 3, Misnan Gatot-Rahma Shofiana. Sudah menjadi rahasia umum paslon independen itu merupakan boneka bentukan MKP.

“Karena ini hanya dua kandidat, kemenangan kami lebih gampang,” kata ketua tim pemenangan pasangan Mustofa-Pungkasiadi, Mohammad Santoso dihubungi detikcom, Minggu (15/11/2015).

Pernyataan Santoso itu bukan tanpa alasan. Dengan dicoretnya lawan terberat Mustofa, Nisa-Syah, praktis lawan yang tersisa hanya pasangan Misnan-Shofi. Pasangan nomor urut 3 tentunya lawan yang enteng bagi cabup petahana Mustofa. Terlebih lagi, pasangan independen disebut-sebut sebagai boneka bentukan Mustofa.

Pada proses pendaftaran ke KPU akhir Juli lalu, calon tunggal tak bisa melenggang dalam Pilkada. Itu lah yang disebut-sebut menjadi alasan kubu Mustofa membentuk boneka independen.

Saat itu, cabup petahana optimis Nisa-Syah tak akan bisa maju sebab hampir semua rekomendasi dukungan parpol di Mojokerto direbut oleh Mustofa. Bahkan, NasDem yang Nisa tercatat sebagai kadernya pun berhasil direbut Mustofa.

Praktis setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan calon tunggal maju dalam Pilkada, calon boneka Mustofa tak difungsikan. Calon independen itu hampir tak pernah terlihat melakukan kampanye.

Meski menjadi rahasia umum di Kabupaten Mojokerto, kubu Mustofa tetap menyangkal menjadi dalang calon independen. “Kami tidak melihat seperti itu, calon independen ada di pilbup sejak 2010, jadi calon independen memang memiliki kekuatan di Kabupaten Mojokerto untuk ikut berlaga,” kilah Santoso.

Dengan pesaing yang lebih ringan, Santoso optimis bakal meraih suara pemilih di atas 75%. “Dengan 3 calon kami optimis menang, apalagi dengan 2 calon,” tegasnya.

Namun demikian, pencoretan Nisa-Syah belum final. Kubu pasangan nomor 1 berusaha menempuh upaya hukum agar bisa kembali menjadi peserta Pilbup 2015. Antara lain, kubu Nisa-Syah bakal menggugat Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 61/Kpts/KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 14 November 2015 yang menganulir keputusan penetapan paslon peserta Pilbup 2015 No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tertanggal 24 Agustus 2015.

“Kami selama ini yang menggugat, mulai dari Panwas, PT TUN, sampai MA. Memang itu proses yang melelahkan. Jadi kami ya menghargai hak-hak mereka untuk melakukan upaya-upaya hukum. Namun, Pilkada ini kan dibatasi waktu,” ujar Santoso.

KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret paslon Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015, Sabtu (14/11) malam. Keputusan KPU itu menyusul adanya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang mengabulkan permohonan paslon nomor urut 2, Mustofa-Pungkasiadi agar Nisa-Syah dicoret.

Dengan demikian, peserta Pilbup Mojokerto menyisakan 2 paslon. Yakni, pasangan nomor urut 2, Mustofa-Pungkasiadi dan pasangan independen nomor urut 3, Misnan-Shofi. Mustofa-Pungkasiadi diusung 7 parpol. Antara lain, Partai Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra. (fat/fa)

Berita lain yang terkait dikutip dari detik dihari yang sama

Minggu 15 Nov 2015, 14:31 WIB
Dicoret KPU dari Pilbup, Nisa: Kami Didzalimi
Enggran Eko Budianto – detikNews
Mojokerto – Calon bupati nomor urut 1, Choirun Nisa angkat bicara pasca dicoret KPU Kabupaten Mojokerto dari peserta Pilbup 2015. Eks Wakil Bupati Mojokerto periode 2010-2015 itu merasa didzalimi.

“Saat ini kami lagi dizalimi, perjalanan kita sama-sama tahu,” kata Nisa kepada tim pemenangan di rumah pribadinya di Perumahan Japan Raya, Kecamatan Sooko sesaat setelah resmi dicoret oleh KPU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/11) malam.

Namun demikian, Nisa meminta agar tim pemenangan dan relawan yang mendukungnya selama ini tak putus asa. Dia mengaku akan menempuh upaya-upaya hukum agar kembali bisa bertarung dalam Pilbup 9 Desember nanti.

“Saya mohon doa panjenengan (anda) semua, kita tidak boleh tinggal diam. Kami tim akan menempuh jalur hukum. Kita harus tetap semangat,” ujarnya didampingi suaminya, Sihabul Irfan Arif, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto.

Nisa kembali maju ke Pilbup 2015 berpasangan dengan eks politisi DPD Golkar Jatim, Arifudinsjah. Paslon nomor urut 1 ini diusung 4 parpol Koalisi Sabara. Antara lain, PKB, PPP, Hanura, dan PBB.

Namun, Sabtu (14/11) malam, KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret pasangan Nisa-Syah. Keputusan KPU itu menyusul adanya putusan kasasi MA No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang mengabulkan permohonan paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Ipung) agar Nisa-Syah dicoret.

Pernyataan Nisa yang merasa dizalimi bukan tanpa alasan. Sejak mendaftar ke KPU akhir Juli lalu, kubu MKP-Ipung yang merupakan lawan terberat berusaha menjegal Nisa-Syah.

Satu hal yang terus disoal kubu MKP-Ipung untuk menjegal Nisa-Syah. Yakni surat rekomendasi dukungan dari DPP PPP kubu Djan Faridz No 532/KPTS/DPP/VII/2015 tertanggal 28 Juli 2015 yang digunakan pasangan nomor urut 1 itu untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Mojokerto. Kubu MKP-Ipung menuding surat rekom tersebut palsu.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Nisa-Syah, Heri Ermawan menyatakan akan menggugat keputusan KPU yang baru No 61/Kpts/KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 14 November 2015. Menurut dia, keputusan KPU itu salah besar sebab mengacu pada putusan kasasi MA yang cacat hukum.

“Kalau alasan mencoretnya itu keputusan MA yang cacat hukum, kami akan menggugat KPU ke DKPP juga ke PT TUN,” ungkap Heri.

MKP dan Nisa merupakan pasangan Bupati dan Wabup Mojokerto yang terpilih dalam Pilkada 2010. Pada Pilkada 2015, keduanya memilih pecah kongsi.

MKP kembali maju memilih berpasangan dengan seorang pengusaha tebu, Pungkasiadi. Paslon nomor urut 2 ini diusung 7 parpol Koalisi Purbantara. Yakni, Partai Golkar, NasDem, Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan PDIP.

Sementara Nisa memilih berpasangan dengan eks politisi dari DPD Partai Golkar Jatim, Arifudinsjah. Paslon nomor urut 1 ini diusung 4 parpol Koalisi Sabara. Yakni, PPP, Hanura, PBN, dan PKB. Selain kedua paslon tersebut, Pilkada Mojokerto juga bakal diramaikan paslon independen, Misnan Gatot-Rahma Shofiana. (fat/fat)

Minggu 15 Nov 2015, 15:41 WIB
Demo Pendukung Nisa-Syah Batal, Situasi KPU Mojokerto Kondusif
Enggran Eko Budianto – detikNews
Demo Pendukung Nisa-Syah Batal, Situasi KPU Mojokerto Kondusif
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – Situasi keamanan di Kabupaten Mojokerto hingga pukul 15.00 WIB, masih kondusif. Begitu pula situasi di kantor KPU. Itu menyusul batalnya unjuk rasa ribuan massa pendukung paslon nomor urut 1, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah).

Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, sesuai izin yang dia terima, hari ini sekitar 2.000 massa pendukung paslon Nisa-Syah akan menggelar unjuk rasa ke kantor KPU. Namun, aksi yang sedianya sebagai bentuk keberatan atas keputusan KPU Mojokerto yang mencoret Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015 itu dibatalkan.

“Setelah ada keputusan KPU (Sabtu malam), kami perintahkan anggota turun ke desa-desa untuk melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat, tim sukses, dan relawan pasangan nomor satu. Kami sampaikan kalau ada ketidak puasan atas keputusan KPU agar diselesaikan melalui jalur hukum,” kata Budhi kepada wartawan di kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/11/2015).

Langkah pendekatan yang dilakukan aparat keamanan itu terbukti efektif. Sampai sore ini, rencana aksi ribuan massa yang akan mendemo kantor KPU Kabupaten Mojokerto urung terlaksana.

“Demo dibatalkan, mereka membuat surat pembatalan kemarin malam sekitar pukul 20.00 Wib. Alasannya mereka yang tahu,” ujarnya.

Selain melakukan pendekatan ke para pendukung Nisa-Syah, lanjut Budhi, pihaknya juga sempat mengunjungi rumah pribadi Nisa di Perumahan Japan Raya, Kecamatan Sooko.

“Kami terimakasih ke Bu Nisa, beliau bijak menghadapi situasi ini. Beliau menyampaikan agar massa pendukung bisa menahan diri,” ungkapnya.

Budhi menambahkan, dengan batalnya aksi unjuk rasa masa pendukung Nisa-Syah, situasi keamanan di Kabupaten Mojokerto lebih kondusif. “Kami menganggap situasi Mojokerto aman dan kondusif, kegiatan masyarakat berjalan normal,” imbuhnya.

Namun demikian, Budhi mengaku belum berani menurunkan status keamanan yang masih siaga 1. Sebanyak 2.600 personil TNI dan Polri tetap disiagakan di sejumlah objek vital. Antara lain, kantor KPU, Panwaslu, Pemkab, DPRD Mojokerto, serta rumah paslon peserta Pilbup 2015.

Seperti yang terlihat di kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni. Sejumlah kendaraan taktis pembubar massa milik polisi tetap disiagakan. Selain itu, sekitar 400 personel TNI, Brimob, dan Polres Mojokerto masih berjaga di dalam maupun di sekeliling kantor KPU.

“Kalau nanti situasi cenderung kondusif, tak butuh personil banyak, akan kami turunkan statusnya, sebagian personel bisa pulang ke rumah,” pungkasnya. (fat/fat)

Minggu 15 Nov 2015, 17:19 WIB
Pasangan Nisa-Syah Dicoret, KPU Siap Digugat
Enggran Eko Budianto – detikNews
Pasangan Nisa-Syah Dicoret, KPU Siap Digugat
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – KPU Kabupaten Mojokerto siap menghadapi rencana pasangan Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) yang akan melayangkan gugatan ke PTUN dan melaporkan ke DKPP.

“KPU Mojokerto wajib menghadapi itu (gugatan pasangan Nisa-Syah),” kata Komisioner KPU RI, Arief Budiman saat melakukan supervisi ke kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/11/2015).

Eks anggota KPU Provinsi Jatim ini menuturkan, pihaknya pun tak akan lepas tangan jika KPU Kabupaten Mojokerto menghadapi gugatan di PTUN maupun saat dilaporkan ke DKPP. “KPU kan hierarkis. Tentu kami akan memberikan pendapat,” tegasnya.

Kubu pasangan Nisa-Syah bakal melakukan upaya hukum setelah dicoret oleh KPU Kabupaten Mojokerto dari peserta Pilbup 2015, Sabtu (14/11) malam. Salah satunya menggugat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto No 61/Kpts/KPU Kab-014.329790/2015 tanggal 14 November 2015 yang menganulir keputusan penetapan paslon peserta Pilbup 2015 No 31/Kpts.KPU-Kab-014.329790/2015 tertanggal 24 Agustus 2015.

Adanya keputusan yang baru tersebut mencoret pasangan Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015. Kubu Nisa-Syah menilai keputusan KPU Kabupaten Mojokerto menyalahi ketentuan sebab didasari putusan MA yang dinilai cacat hukum.

Senada dengan Arief, Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Ayuhannafiq juga menyatakan kesiapannya. “Kami siap menghadapi segala kemungkinan pasca keputusan ini. Termasuk jika digugat,” tandasnya.

Sementara sebagian besar logistik untuk Pilbup siap digunakan. Meliputi kotak dan bilik suara, serta bantalan dan alat coblos. Hanya ada dua item logistik Pilkada yang belum siap. Yakni surat suara dan formulir-formulir.

“Karena kedua logistik tersebut mencantumkan nama pasangan calon. Karena ada pengurangan pasangan calon maka harus disesuaikan,” kata Arief kepada wartawan.

Meski dimikian, Arief menegaskan KPU Kabupaten Mojokerto masih punya cukup waktu untuk menyesuaikan desain surat suara dan formulir-formulir, mencetak, melipat, dan mendistribusikan hingga ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Melihat tahapan, masih bisa (penyediaan surat suara dan formulir-formulir). Awal Desember nanti akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan,” tegasnya.

(fat/fat)

Senin 16 Nov 2015, 15:32 WIB
Dicoret KPU, Cabup Nisa Lapor Panwas Dikawal Puluhan Pendukung
Enggran Eko Budianto – detikNews
Mojokerto – Pasca dicoret dari peserta Pilbup 2015 oleh KPU Kabupaten Mojokerto, calon bupati Choirun Nisa melapor ke Panwaslu setempat, Senin (16/11/2015). Istri Ketua PCNU Mojokerto dikawal puluhan pendukungnya.

Pantauan detikcom di kantor Panwaslu di Jalan Raya Bangsal, puluhan massa pendukung cabup Nisa memadati pintu gerbang lembaga pengawas pemilu. Sementara Nisa didampingi kuasa hukumnya membuat laporan di ruangan Ketua Panwaslu. Puluhan anggota TNI dan Polri menjaga ketat aksi ini. Terlihat anjing pembubar massa disiagakan tepat di balik pintu gerbang kantor Panwaslu.

“Kami melaporkan KPU atas pencoretan pasangan Nisa-Syah (Choirun Nisa-Arifudinsjah). Ada beberapa hal yang menurut kami dilanggar oleh KPU,” kata anggota tim pemenangan pasangan Nisa-Syah, Irsyad di lokasi.

Kedatangan Nisa bersama puluhan pendukungnya sejak sekitar pukul 14.45 Wib, hingga pukul 15.10 belum selesai. Terlihat Nisa yang didampingi seorang kuasa hukumnya dan beberapa perwakilan tim pemenangan masih berada di dalam ruangan Ketua Panwaslu. Sayangnya, pasangan Nisa, Arifudinsjah tak terlihat dalam aksi kali ini.

KPU Kabupaten Mojokerto resmi mencoret paslon Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015, Sabtu (14/11) malam. Keputusan KPU itu menyusul adanya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang mengabulkan permohonan paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi agar Nisa-Syah dicoret.

Dengan demikian, peserta Pilbup Mojokerto menyisakan 2 paslon. Yakni, pasangan nomor urut 2, Mustofa-Pungkasiadi dan pasangan independen nomor urut 3, Misnan-Shofi.

Mustofa-Pungkasiadi diusung 7 parpol. Antara lain, Partai Golkar, NasDem, PDIP, Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra. Sementara pasangan Nisa-Syah diusung PPP, PKB, PBB, dan Hanura. (bdh/bdh)

Selasa 17 Nov 2015, 11:11 WIB
Ribuan Santri Demo Kantor KPU Mojokerto Protes Pencoretan Nisa-Syah
Enggran Eko Budianto – detikNews
Ribuan Santri Demo Kantor KPU Mojokerto Protes Pencoretan Nisa-Syah
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto – Aksi penolakan terhadap keputusan KPU Kabupaten Mojokerto yang mencoret pasangan Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) akhirnya bergulir. Ribuan santri menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/11/2015). Selain dengan berdemo, massa menolak pencoretan paslon nomor 1 itu dengan istighosah.

Sekitar pukul 09.00 Wib, ribuan santri long march dari kantor PCNU Kabupaten Mojokerto menuju kantor KPU yang berjarak sekitar 1,5 Km. Sesampainya di sepan kantor penyelenggara pemilu, massa yang didominasi santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah itu memblokade Jalan RA Basoeni di depan kantor KPU.

Spanduk dan poster berisi tuntutan mewarnai aksi massa pendukung pasangan Nisa-Syah ini. Di sela-sela aksi, ribuan santri juga serempak membaca istighosah. Sementara ratusan anggota polisi menjaga ketat unjuk rasa kali ini.

“Amar putusan cacat hukum, Ayo kita bareng lapor kepada Allah. Siapapun yang mendzalimi demokrasi agar diturunkan adzab kepadanya,” kata Muhammad Amin, salah seorang korlap aksi dalam orasinya.

Sementara salah seorang santri peserta demo, Fitahul Maghfiroh mengatakan, sebagai pelajar dia berharap agar KPU membatalkan keputusannya mencoret pasangan Nisa-Syah. Menurutnya, keputusan KPU itu cacat hukum.

“Biar Bu Nisa endak jadi dicoret, menurut kami secara akhlak lebih baik Bu Nisa yang menjadi bupati Mojokerto,” ujar santri tingkat aliyah Ponpes Roudlotul Nasiin, Kemlagi ini.

Gadis berjilbab yang akrab disapa Fita ini menambahkan, istighosah digelar sebagai bentuk lantunan doa kepada Alloh SWT. “Kita tak bisa dengan cara uang, bisanya dengan cara doa. Harapan kami Bu Nisa mencalonkan lagi dan menjadi bupati,” tandasnya.

Hingga pukul 10.30 Wib, aksi ribuan santri ini masih berlangsung. Meski di bawah terik matahari, nampaknya semangat para santri untuk menyuarakan aspirasi tetap berkobar. (bdh/bdh)

Itulah pembaca cahyailmu.com beberapa fakta lucu terkait pemilu di mojokerto
Ruwet dan lucu

One Comment

  • Orihime.nf January 5, 2016 at 2:01 pm

    Aish.. Makasih infonya :3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *