Budaya korupsi ternyata didikan keluarga

November 4, 2015

Budaya korupsi ternyata didikan keluarga

Pendidikan yang pertama di terima seorang anak adalah bersumber dari lingkungan keluarga. Budaya korupsi ternyata Ditularkan Melalui Keluarga.
Keluarga dapat menjadi medium untuk menularkan budaya korupsi. Untuk menangkalnya, pendidikan antikorupsi perlu diberikan kepada anak semenjak dini.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja saat konferensi pers program pelatihan antikorupsi untuk guru bertajuk “Teacher Supercamp” di KPK, Senin (2/11).

“Program ini dibuat karena banyak kasus dimana anak dan bapak sama-sama korupsi bareng, bapak anak berkolaborasi mencuri uang rakyat” kata Adnan.

Dia mencontohkan kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ditangani KPK beberapa tahun lalu. Dalam perkara tersebut eks anggota Komisi VIII DPR RI Zulkarnaen Djabbar dan putranya, Dendy Prasetya sama-sama divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor.

“Sekarang juga ada tujuh (pasangan) suami istri yang masuk bui (karena korupsi),” lanjutnya. Karena itu, lanjut Adnan, KPK kini meluncurkan berbagai program yang bertujuan menjadikan keluarga sebagai basis pencegahan korupsi.

“Di Jogja, KPK ada program bangun nilai korupsi berbasis keluarga. Memang tidak mudah karena jenis keluarga heterogen,” pungkasnya. Jadi mulai sekarang perhatikan pendidikan anak anda dan usahakan didik perilaku jujur dan taat beribadah agar terhindar dari penyakit hati seperti korupsi.

Related Post

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *